Diffuser adalah masalah yang paling sering dibicarakan belakangan ini di setiap seri F1. Penyebabnya adalah desain diffuser yang dipakai di mobil Brawn, Toyota dan Williams diprotes oleh beberapa tim lain yang menganggap diffuser ketiga tim tersebut ilegal. Masalah itu selesai tepat sebelum GP Cina setelah FIA memutuskan bahwa diffuser itu legal.
Sebenarnya apakah diffuser itu? Diffuser adalah bagian bersirip di belakang as roda yang fungsinya untuk mengolah angin dari bawah mobil untuk menghasilkan downforce untuk membantu mobil menjadi lebih lengket. Menurut aturan dimensi diffuser adalah lebar 80 cm, tinggi 17,5 cm dan dibuat lebih kebelakang 35 cm. Ada celah dalam buku aturan 2009. Brawn, Toyota, dan Williams mengeksploitasinya. Lantai mobil F1 tidaklah rata (flat), melainkan stepped bottom dengan balok kayu di bagian tengah. Kalau dilihat dari belakang, seperti huruf “U.” Bagian tengah lebih tebal/rendah dari bagian samping.
Karena itu, Brawn dkk merancang berdasarkan bentuk lantai tersebut. Bagian kanan dan kiri sesuai dimensi aturan, tapi bagian tengahnya memanfaatkan selisih tinggi yang diakibatkan oleh stepped bottom. Celah itu dipadu dengan komponen lain di bagian tengah, menghasilkan bentuk diffuser yang berbeda, dengan volume lebih besar dan menghasilkan downforce lebih banyak.
Sebutannya “double-decker” alias bertumpuk, karena mengikuti dua ketinggian yang berbeda. Pada kasus Brawn, bentuknya melengkung di tengah. Pada Toyota dan Williams, seperti pagar yang lebih tinggi.





Noo! I’m using my iphone and I can’t seem to be able to open the page right. I will be back to read this tonight when I get home from lecture. The topic looks like something I must read.